Paket C, Ujian Persamaan

Belum Punya Ijazah SMA karena PUTUS SEKOLAH ?, Jangan Kuatir! Ikuti Paket C setara SMA
Atau Paket B Setara SMP di LPK MDC Masa Depan Cerah.

hal_dpn
manfaat
syarat
biaya
belajar
foto
news

Ijasah Paket C Bisa Melamar Jadi PNS

By redaksi at 30 June, 2009, 2:13 pm

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Diknas Sumbawa menyayangkan adanya siswa yang gagal UN tidak mengikuti Ujian Kesetaraan Paket C yang berlangsung 23-26 Juni lalu. Kuat dugaan banyaknya siswa yang tidak ikut karena masih memandang Ijasah Paket C sebelah mata. Padahal status Ijasah Paket C setara dengan ijasah SMU.
“Menurut Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003, ijasah Paket C itu setara dengan ijasah SMU. Karena setara, ijasah Paket C bisa digunakan untuk melanjutkan study ke perguruan tinggi bahkan bisa digunakan untuk melamar anggota Polri, TNI termasuk melamar sebagai PNS,” papar Kasubdin Kesetaraan Dinas Pendidikan Nasional, Drs Umar MSi.
Di Kabupaten Sumbawa lanjut Umar, dari 966 siswa yang dinyatakan tidak lulus UN, sebanyak 906 terdaftar untuk mengikuti ujian kesetaraan. Dari jumlah tersebut yang hadir sebanyak 703 orang.
Kendati masih diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian kesetaraan tahap dua yang akan berlangsung bulan November, ada sedikit kerugian bagi siswa pindah jalur yang akan mengikutinya.
Bila ditahap pertama siswa ini didaftarkan langsung oleh sekolah tanpa dipungut biaya sepeserpun, maka untuk tahap kedua, siswa yang ingin ikut harus mendaftar melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan dibebankan biaya. “Statusnya pun bukan lagi siswa pindah jalur, tapi siswa reguler dari program Paket C. Diknas sangat menyayangkan siswa tidak memanfaatkan kesempatan pertama,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Umar menambahkan untuk ujian kesetaraan Paket B pindah jalur yang akan dilaksanakan tanggal 1 hingga 3 Juli, sebanyak 862 dari 908 siswa yang dinyatakan tidak lulus UN sudah terdaftar untuk mengikutinya. “Untuk soalnya sudah diserahkan ke masing-masing penyelengara di kecamatan. Mudah-mudahan seluruh siswa yang terdaftar ini bisa mengikuti ujian kesetaraan,” tukasnya.

Sumber : http://gaungntb.com/2009/06/ijasah-paket-c-bisa-melamar-jadi-pns/ Categories : SUMBAWA BESAR
Kembali Keatas --->>


Tak Lulus UN, Ribuan Siswa Ikut Kejar Paket

Selasa, 23 Juni 2009 | 21:25 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 27.949 siswa se-Jawa Barat mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) Paket C yang diadakan serentak mulai Selasa (23/6). 1.739 siswa diantaranya adalah siswa pindah jalur atau yang tidak lulus UN pendidikan formal tahun ini.

Berdasarkan data UNPK dari Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, kurang dari separuh (47 persen) siswa jalur formal yang tidak lulus UN tahun ini memilih UNPK sebagai solusi mendapatkan ijazah kelulusan. Ke-1.739 siswa itu terdiri baik dari SMA, SMK dan MA.

Di Kota Bandung, kondisinya jauh tidak berbeda. Tidak semua siswa gagal UN dari jalur formal menempuh UNPK Paket C. Dari 450 siswa yang gagal UN di Bandung, baik SMA dan SMK, hanya 267 diantaranya yang ikut UNPK Paket C. Ramdhan Rahmawan (18), siswa MA Nurul Huda, Bandung, memilih ikut UNPK supaya bisa tetap kuliah tahun ini.

Ada tiga alasan mengapa mereka tidak ikut Paket C. Pertama, karena mungkin tidak tahu informasi-nya. Kedua, karena memilih ikut ujian gelombang dua di November nanti. Ketiga, karena memang memilih mengulang UN (formal) tahun depan, ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji ditemui di sela-sela meninjau pelaksanaan UNPK Paket C di SMAN 8 Kota Bandung.

Pelaksanaan UNPK Paket C di Kota Bandung dipusatkan di empat sekolah, yaitu SMAN 8, SMKN 3, SMKN 4, dan SMKN 28 Kota Bandung. Khusus bagi para siswa pindah jalur, ujian dilaksanakan di SMAN 8 Kota Bandung. "Supaya memudahkan saja dalam membedakan mana siswa dari jalur reguler dan mana yang gagal UN (jalur formal)," ucap Oji kemudian.

Pelaksanaan UNPK Paket C ini tidak jauh berbeda dengan UN jalur formal. Setiap kela s maksimal diisi 20 peserta dengan pengawasan dua orang guru dari sekolah yang beragam. Mata pelajaran yang diujikan ada tujuh macam, baik untuk IPA maupun IPS. Peserta dari jalur formal SMK diharuskan memilih salah satu diantaranya.

Secara terpisah, Kep ala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi berharap, UNPK Paket C ini berjalan dengan lancar dan tertib. Tidak kalah penting, adalah para peserta diharapkan mengutamakan kejujuran. Agar, UNPK tidak diulang seperti yang sempat terjadi di UN formal tahun ini.

Apalagi, BSNP kan punya mekanisme untuk mengetahui mana-mana saja sekolah yang dicurigai karena memiliki pola jawaban sama. Kejujuran yang paling penting, ucapnya.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/06/23/21254448/tak.lulus.un.ribuan.siswa.ikut.kejar.paket.
Kembali Keatas --->>


27.949 Siswa di Jawa Barat Ikut UNPK Paket C

Rabu, 24 Juni 2009 | 11:29 WIB
Bandung, Kompas - Sebanyak 27.949 siswa se-Jawa Barat mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) Paket C yang diadakan serentak mulai Selasa (23/6). Sebanyak 1.739 siswa di antaranya merupakan siswa pindah jalur atau tidak lulus UN pendidikan formal tahun ini.

Berdasarkan data UNPK dari Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, hanya 47 persen siswa jalur formal yang tidak lulus UN tahun ini memilih UNPK sebagai solusi mendapatkan ijazah kelulusan. Sebanyak 1.739 siswa itu terdiri dari siswa SMA, SMK, dan MA.

Di Kota Bandung, kondisinya tidak jauh berbeda. Tidak semua siswa gagal UN dari jalur formal menempuh UNPK Paket C. Dari 450 siswa SMA dan SMK di Bandung yang gagal UN, hanya 267 siswa di antaranya yang ikut UNPK Paket C. Ramdhan Rahmawan (18), siswa MA Nurul Huda Bandung, memilih ikut UNPK supaya bisa tetap kuliah tahun ini.

"Ada tiga alasan mereka tidak ikut Paket C. Pertama, mungkin tidak tahu informasinya. Kedua, memilih ikut ujian gelombang dua November nanti. Ketiga, memang memilih mengulang UN (formal) tahun depan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji di sela-sela meninjau pelaksanaan UNPK Paket C di SMAN 8 Kota Bandung.

Empat sekolah

Pelaksanaan UNPK Paket C di Kota Bandung dipusatkan di empat sekolah, yaitu SMAN 8, SMKN 3, SMKN 4, dan SMKN 28. Khusus bagi siswa pindah jalur, ujian dilaksanakan di SMAN 8. "Supaya memudahkan saja dalam membedakan mana siswa dari jalur reguler dan mana yang gagal UN (jalur formal)," ujar Oji.

Pelaksanaan UNPK Paket C ini tidak jauh berbeda dengan UN jalur formal. Setiap kelas maksimal diisi 20 peserta dengan dua guru pengawas dari sekolah yang berbeda. Ada tujuh mata pelajaran yang diujikan baik untuk IPA maupun IPS. Peserta dari jalur formal SMK diharuskan memilih salah satu di antaranya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Wahyudin Zarkasyi berharap UNPK Paket C ini lancar dan tertib. Tidak kalah penting, peserta diharapkan mengutamakan kejujuran agar UNPK tidak diulang seperti yang sempat terjadi pada UN formal tahun ini. (jon)

sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/24/11294968/27.949.siswa.di.jawa.barat.ikut.unpk.paket.c
Kembali Keatas --->>

 

Standar Diturunkan, UNPK Tak Sesulit UNAS

Tag: MA , Paket C , sma , smk ,unas , unpk

SUASANA kompleks Madrasah Terpadu di Jalan Bandung, siang kemarin, berubah ramai dengan ribuan siswa berseragam abu-abu putih.

Siswa ini adalah para peserta ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) paket C yang tidak lulus ujian nasional (UN) SMA. Hari pertama ujian kemarin, siswa harus menyelesaikan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (Pkn) dan Bahasa Inggris. Tepat pukul 13.00 WIB, bel tanda ujian dimulai berdering. Beberapa peserta ujian tampak tergesa-tegas memasukkan motor ke dalam halaman parkir MIN Malang I. Saat Malang Post mencoba mendekati, ada yang tergesa-gesa pergi dan menutupi nama asal sekolah mereka yang terpampang di seragam.

‘'Jangan difoto lho mbak, saya malu,'' ungkap seorang siswa laki-laki dan langsung berlari meninggalkan Malang Post. Ternyata meskipun mereka mengikuti Paket C, namun jauh di lubuk hati mereka ada rasa malu. Malu karena tidak berhasil menyelesaikan UN yang tahun ini standarnya 5,25.

Beberapa menit berlalu, tampak beberapa peserta yang awalnya serius mengerjakan soal berseliweran keluar ruangan. Di jam pertama kemarin mereka mendapatkan soal Pkn.

Saat ditanya alasannya ke kamar mandi. Salah satu yang ditanya mengaku soal UNPK ini rupanya tidak sesulit UN yang mereka hadapi. ‘'Soalnya gampang mbak, tidak seperti soal UN. Mumet,'' tutur salah satu peserta.

Di jam ke dua yaitu saat mata pelajaran Bahasa Inggris, juga tak tampak ada wajah-wajah tegang. Setidaknya 13 peserta ujian di ruangan kelas MIN Malang I kemarin tampak begitu santai menghadapi soal-soal ujian di hadapan mereka.

Bahkan sesekali mereka bercanda dengan teman di belakang bangkunya. Sementara salah satu penjaga tampak terkantuk-kantuk di meja depan kelas. Salah satu siswa yang duduk di dekat jendela bahkan sempat ngobrol dengan Malang Post di tengah suasana ujian.

‘'Mau motret ya mbak, jangan ya mbak. Malu saya,'' ungkap salah seorang siswa laki-laki yang berasal dari SMK Kartika V. Ia pun enggan menyebutkan namanya saat ditanya.

Hanya saja ia mengakui menyiapkan UNPK ini dengan matang. Bahkan ia rela merogoh kocek hingga Rp 500 ribu untuk mengikuti paket intensif di lembaga bimbingan belajar (LBB).

‘'Saya meminta orang tua untuk mengikutkan saya les di Primagama. Hanya seminggu saja saya les, karena pengumuman kelulusan dan jadwal UNPK ini mepet sekali,'' ungkapnya.

Sekitar pukul 16.30 WIB peserta UNPK keluar dari ruang ujian. Hari pertama sudah berlalu dengan lancar. Masih ada tiga hari lagi ujian yang harus ditempuh siswa ini.

Harapan besar tersirat dari rona wajah lelah siswa-siswa kurang beruntung ini. Semoga UNPK tidak menggoreskan luka lagi bagi ribuan siswa SMA hanya karena gagal di ujian beberapa jam saja. Sementara sudah cukup panjang proses pembelajaran yang diterima di sekolah untuk kematangan pengetahuan mereka. (lailatul rosida/malangpost)
Sumber : http://indonesianic.wordpress.com/2008/06/25/standar-diturunkan-unpk-tak-sesulit-unas/
Kembali Keatas --->>


Perguruan Tinggi Negeri Terima Lulusan Paket C

Sabtu, 24 Juni 2006 | 11:33 WIB

TEMPO Interaktif , Solo :Meski Kelompok Belajar Paket C merupakan jalur pendidikan nonformal namun perguruan tinggi negeri tetap akan menerima pendaftaran mereka.

Hanya saja dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) nanti siswa lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) yang gagal dalam ujian nasional tahun ini dipastikan tidak akan mereka terima.

"Lulusan Paket C memang bisa mendaftar tapi tidak bagi siswa SLTA yang tahun ini tidak lulus ujian," kata Ravik Karsidi, Ketua Panitian SPMB Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu pagi.

UNS tidak bisa menerima siswa SLTA yang tidak lulus dalam ujian nasional 2006 karena mereka belum dapat mengikuti ujian Kejar Paket C. Ujian paket ini baru akan digelar sekitar Agustus nanti. Adapun pendaftaran dan seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri sudah tutup.

Meski pelaksanaan ujian SPMB dipercepat menjadi bulan Agustus dari rencana sebelumnya bulan November, namun pelaksanaan ujian SPMB berlangsung lebih dahulu. "Ujian SPMB dilaksanakan 7 Juli, sementara itu Kejar Paket C baru bulan Agustus. Kalau untuk lulusan Kejar Paket C tahun lalu bisa saja mendaftar," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, siswa SLTA yang gagal ujian nasional Tahun Ajaran 2005/2006 bisa mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPBM) untuk masuk universitas pada ajaran 2006/2007 ini.

Bambang Sudibyo akan menyurati seluruh rektor perguruan tinggi serta lembaga dan instansi terkait, termasuk TNI, agar menerima pedaftaran mereka ini. Sebab, mereka tengah mengikuti kejar program paket C.

Menurut Ravik, perguruan tinggi tidak bisa menerima calon mahasiswa yang tidak lulus ujian SLTA karena Undang-Undang pendidikan menyatakan pendidikan tinggi diperuntukkan bagi seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan di bawahnya.

Oleh karena itu, seseorang yang tidak memiliki tanda kelulusan SLTA baik yang diperoleh dari jalur formal maupun nonnormal tidak bisa melanjutkan sekolahnya. "Kalau hanya menerima pendaftaran bisa seperti pelalui penelusuran minat dan kemampuan, tapi mereka tetap tidak bisa diterima ketika tidak memiliki ijazah," kata Ravik yang juga pembantu rekktor I UNS itu.

Imron Rosyid
Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/06/24/brk,20060624-79356,id.html
Kembali Keatas --->>


Kelompok Belajar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kejar atau Kelompok Belajar adalah pendidikan masyarakat formal yang difasilitasi oleh Pemerintah untuk siswa yang belajarnya tidak melalui jalur sekolah.

Kejar terdiri atas tiga paket: Paket A, Paket B dan Paket C. Setiap peserta Kejar dapat mengikuti Ujian Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional .

Ujian Kesetaraan

Peserta kejar Paket A dapat mengikuti Ujian Kesetaraan SD, peserta Kejar Paket B dapat mengikuti Ujian Kesetaraan tingkat SLTP dan peserta Kejar Paket C dapat mengikuti Ujian Kesetaraan SMU/SMK/MA. Ujian kesetaraan diselenggarakan dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juli dan Oktober. Setiap peserta yang lulus berhak memiliki sertifikat (ijazah) yang setara dengan pendidikan formalnya.

Kontroversi

Kejar Paket C sempat menjadi populer karena para peserta Ujian Akhir Nasional (UAN) tingkat SMU dan MA yang tidak lulus dapat mencoba lagi dengan menggunakan jalur ini.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Paket_C
Kembali Keatas --->>

 

Ijazah Paket C
 
Written by Yanti Sriyulianti

Bagaimana kelayakan ijazah Paket C untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi?

Sharing,
Jauh sebelum paket C dijadikan alternatif untuk korban UN yang tidak lulus (UN 2006), sebenarnya banyak yang menggunakan ijazah tersebut untuk diterima di PTN dan PTS. Tahun 2006 muncul keruwetan karena terkesan ijazah paket C, B hanya jadi sekoci bagi ijazah sekolah. Para penggiat pendidikan kesetaraan sedang berjuang untuk benar-benar setara, salah satunya melalui gerakan homeschooling di Indonesia. Beragam model homeschooling sudah mulai dilaksanakan. Idealnya cukup mengacu pada definisi pendidikan menurut pasal 1 ayat 1 UUD 1945 : Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana guna mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang berguna bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sumber : http://www.sekolahrumah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=894&Itemid=71
Kembali Keatas --->>

 

1.310 Peserta di Banyumas Ikuti Ujian Paket C

Selasa, 24 Juni 2008 - 12:53 wib

PURWOKERTO - Sebanyak 1.310 peserta di Banyumas mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) paket C yang digelar hari ini (24/6/2008) hingga 27 Juni mendatang.

Mereka adalah siswa yang tidak lulus UN tahun dan peserta dari siswa reguler binaan kelompok belajar pendidikan non formal. Ujian digelar di tiga sekolah yakni SMAN Ajibarang, SMAN Banyumas dan SMPN 3 Purwokerto.

Kabid Pendidikan Non Formal (PNS) Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Banyumas, Suwardi mengatakan, mereka yang boleh ikut adalah peserta yang sudah mendaftarkan ke Diknas maupun di kelompok belajar binaan Diknas Banyumas.

"Peserta yang ikut harus mendaftar dulu. Ini sebagai antisipasi pelaksanaan UNPK sebelumnya. Banyak peserta yang tidak mendaftar tapi ikut ujian, sehingga banyak peserta yang tidak mendapatkan tempat duduk," ungkap Suwardi, Selasa (24/6).

Kepala Diknas Banyumas Haris Nurtiono menambahkan, ijazah UNPK ini setara dengan SMA/SMK sederajat. Hanya saja, kata dia, pembagian ijazahnya telat atau memakan waktu lama, sekitar lima bulan dari pelaksanaan ujian.

"Hal ini disebabkan blangko ijazah dari pemerintah pusat dikirim ke propinsi baru ke kabupaten," ujarnya.

Dia menambahkan, untuk mensiasati hal itu, Diknas memberikan surat keterangan kelulusan yang diharapkan bisa untuk melamar kerja atau meneruskan ke perguruan tinggi.

"Sejauh ini, ijazah UNPK bisa untuk mendaftar di perguruan swasta. Tetapi untuk perguruan tinggi negeri persoalan teknis, karena pembagiannya telat dan tidak ada gelombang masuk, beda dengan di perguruan negeri swasta," imbuhnya.

Sementara di Banjarnegara, peserta yang mengikuti UNPK sebanyak 836 peserta yang terdiri 629 siswa reguler (binaan kelompok belajar) dan 207 siswa SLTA yang tidak lulus UN. Dalam UNPK paket C ini, semua siswa reguler mengambil jurusan IPS, sedangkan 207 siswa susulan (SLTA tidak lulus UN) 50 di antaranya mengambil jurusan IPA.

Pelaksanaan ujian di dua tempat, yakni di gedung SMA Cokroaminoto dan SMA Muhammadiyah Banjarnegara. Pelaksanaan itu sendiri dilakukan selama tiga hari mulai 24 hingga 27 Juni. Adapun untuk siswa reguler UNPK paket A (setara SD) dan B (setara SLTP) masing-masing 123 siswa dan 1.001 siswa. Ujian akan digelar pada 1 Juli mendatang. (Ridwan Anshori/Sindo/fit)


Sumber : http://news.okezone.com/read/2008/06/24/1/121674/1/1-310-peserta-di-banyumas-ikuti-ujian-paket-c
Kembali Keatas --->>

 

Minggu Ini, Ijazah UNPK Paket C Turun

Senin, 19 Januari 2009 22:32:11 - oleh : redaksi Bidang PNF Dindik Tepati Janji
BATU – Janji Kasi PLS Dispora (sekarang bidang Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan - red), Mariaji SPd, MM untuk menyerahkan Ijazah UNPK Paket C akan turun pada Januari, benar-benar ditepati. Ijazah setara SMA ini dipastikan turun pada minggu ini.
Hal ini disampaikan Mariaji ditemui di sela ”Rapat Kerja Dinas Pendidikan Kota Batu dan Pengukuhan Dewan Pendidikan Kota Batu” di Hotel Royal Orchids Garden, Jumat (16/1).
”Iya mas, Ijazahnya akan turun minggu depan (minggu ini - red). Mungkin hari Kamis (22/1) atau Jumat (23/1) sudah bisa diambil di kantor bidang PNF,” kata Mariaji kepada KORAN PENDIDIKAN. ”Sudah bisa sampean tulis mas, Ijazah UNPK Paket C turun minggu ini,” lanjut Mariaji sambil tertawa.
Seperti yang diberitakan KORAN PENDIDIKAN edisi lalu, pada UNPK Paket C yang digelar November lalu, 22 orang dinyatakan tidak lulus. Uniknya, 22 orang yang tidak lulus ini dikarenakan hal yang sama, yaitu tidak datang saat ujian. ”Ada yang sakit, kemudian juga ada yang harus tugas di luar Batu juga,” katanya waktu itu.
Tentu saja hal ini berimbas kepada hasil ujian. Logikanya, jika memang tidak mengikuti ujian, tentu saja peserta tersebuttak bisa lulus karena tak ada nilai yang didapatkannya.. dik-KP

Sumber : http://www.koranpendidikan.com/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=2466
Kembali Keatas --->>

 

Paket C untuk SMK Diperlakukan Beda
Beri Solusi yang Adil buat Siswa

Rabu, 11 Juni 2008 | 03:00 WIB

Jakarta, kompas - Tidak diperkenankannya siswa sekolah menengah kejuruan mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan Paket C menimbulkan perasaan siswa SMK diperlakukan beda. Kebijakan ini pun bisa menyebabkan ribuan siswa SMK yang tidak lulus ujian nasional tidak memiliki ijazah.

Sejumlah kepala SMK yang dihubungi Selasa (10/6) berharap pemerintah bisa memberikan solusi yang sama adil buat siswa SMK yang tidak lulus ujian nasional (UN).

Jika siswa SMA yang tak lulus UN diberi kesempatan mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) untuk mendapatkan ijazah Paket C, mestinya ada solusi yang adil buat siswa SMK yang tidak lulus UN. Jika UNPK Paket C SMA IPA/IPS dinilai tidak sesuai dengan karakteristik siswa SMK, perlu dicari solusi lain yang bijaksana.

”Siswa SMK juga memerlukan ijazah sebagai syarat administrasi untuk bisa masuk ke dunia kerja,” kata Wurdono, Kepala SMK Negeri 26 Jakarta. Di SMK penerbangan ini, 227 siswanya sudah lulus ujian kompetensi keahlian kejuruan.

Seperti dinyatakan sebelumnya, Koordinator UNPK Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) M Yunan menyatakan UNPK Paket C tertutup bagi siswa SMK yang tidak lulus UN.

Tidak ada kendala

Hadibowo S, Kepala SMK Negeri 20 Jakarta, mengatakan belum mengetahui aturan yang menyatakan UNPK tertutup bagi siswa SMK. Pasalnya, sejumlah siswa SMK Negeri 20 yang tidak lulus tahun lalu tidak ada kendala untuk ikut UNPK Paket C.

Wakil Koordinator Education Forum Yanti Sriyulianti mengatakan, kepala sekolah harus berani mengambil keputusan untuk menentukan sendiri kelulusan peserta didik dan memberikan ijazah.

Ketua BSNP Djemari Mardapi secara terpisah justru mengklarifikasi soal tidak bolehnya siswa SMK ikut UNPK Paket C. Djemari menyebutkan, dalam Permendiknas Nomor 15 Tahun 2008 Pasal 3 antara lain disebutkan, UNPK dapat diikuti peserta didik yang pindah jalur dari pendidikan formal ke pendidikan nonformal kesetaraan. Artinya, siswa SMK boleh ikut UN kesetaraan Paket C seperti siswa SMA lainnya. (ELN/INE)

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/11/01390787/smk.diperlakukan.beda
Kembali Keatas --->>

Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Dilaksanakan Akhir Juni 2008
Cakupan : Nasional

Penyelenggaraan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Tahun Pelajaran 2007/2008 akan dilaksanakan dalam dua periode. Ujian periode I untuk program Paket C dilaksanakan pada 24-27 Juni 2008, sedangkan untuk Paket A dan Paket B pada 1-3 Juli 2008. Uj
Jakarta, Senin (9 Juni 2008)--Penyelenggaraan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Tahun Pelajaran 2007/2008 akan dilaksanakan dalam dua periode. Ujian periode I untuk program Paket C dilaksanakan pada 24-27 Juni 2008, sedangkan untuk Paket A dan Paket B pada 1-3 Juli 2008. Ujian Periode II untuk program paket C diselenggarakan pada 11-14 November 2008,sedangkan untuk Paket A dan Paket B pada 18-20 November 2008. Mulai 2008 UNPK diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PNFI) Depdiknas Hamid Muhammad saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Depdiknas, Jakarta, Senin (9/06/2008).

Hadir pada acara Koordinator UNPK-BSNP Yunan Yusuf, Sekretaris UNPK-BSNP Suharsono, Direktur Pendidikan Kesetaraan Ditjen PNFI Depdiknas Ella Yulaelawati, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan (Ka Puspendik Balitbang) Depdiknas Burhanuddin Tolla, dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama Amin Haedari.

Hamid mengatakan, pemerintah tidak menetapkan target kelulusan UNPK, tetapi akan memantau efektivitas proses pembelajaran pada program Paket A, Paket B, dan Paket C. Pemerintah, kata dia, juga akan melakukan antisipasi terhadap peningkatan jumlah peserta UNPK tahun 2008. Menurutnya, hal ini dilakukan bukan semata-mata disebabkan karena dari banyaknya siswa yang tidak lulus pada UN formal. "Tetapi juga karena program Paket A, B, dan C reguler, serta homeschooling yang setiap tahun berjumlah sangat signifikan," katanya.

Hamid menyebutkan, jumlah kelulusan peserta UNPK 2007 Paket A 79,1 persen, Paket B 86,84 persen, Paket C IPS 76,32 persen, dan Paket C IPA 72,66 persen. Sementara jumlah peserta UNPK 2007 kontribusi dari yang tidak lulus UN formal untuk Paket B 60 persen dan Paket C 42 persen.

Yunan menjelaskan, peserta UNPK terdiri atas tiga jenis yakni, peserta reguler dari masyarakat belajar pendidikan kesetaraan, peserta belajar mandiri atau pada homeschooling, dan peserta dari siswa yang tidak lulus pada UN formal.

Yunan mengatakan, khusus untuk peserta dari siswa yang tidak lulus UN formal pada jenjang SMK tidak diperbolehkan mengikuti UNPK. Hal ini, kata dia, disebabkan karena pada Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan tidak menyebutkan bahwa SMK boleh mengikuti UNPK. Selain itu, kata dia, ada mata pelajaran yang diujikan di UNPK, tetapi tidak dipelajari di SMK. "Kita tegaskan betul untuk SMK tidak boleh lagi mengikuti UNPK," katanya.

Yunan menyebutkan, materi yang diujikan untuk program Paket A meliputi lima mata pelajaran yakni Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Untuk program Paket B materinya meliputi enam mata pelajaran yakni, Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Sementara, lanjut Yunan, untuk program Paket C bidang IPS akan mengujikan tujuh mata pelajaran yakni, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Bahasa Indonesia, Ekonomi, dan Matematika. Selanjutnya, pada program Paket C bidang IPA akan mengujikan tujuh mata pelajaran yakni, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Biologi, Kimia, Fisika, Bahasa Indonesia, dan Matematika.

Yunan menyampaikan, peserta UNPK dinyatakan lulus apabila memiliki nilai rata-rata minimal 5,25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan tidak ada nilai di bawah 4,25 atau memiliki nilai 4,00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai pada mata pelajaran lainnya minimal 6,00. "Peserta UNPK yang dinyatakan belum lulus dapat mengikuti UNPK periode berikutnya," ujarnya.

Yunan menambahkan, bagi peserta UNPK yang pernah mengikuti UNPK Paket A, Paket B, dan Paket C pada periode sebelumnya dan dinyatakan belum lulus, maka nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari mata pelajaran yang sama. "Jadi kalau dia mengulang pada bulan November, maka nilai yang digunakan adalah nilai yang tertinggi ketika dia mengikuti ujian yang kedua itu," katanya.

Burhanuddin menyebutkan, peserta UNPK Paket A sebanyak 58.833 orang, Paket B sebanyak 235.016 orang, dan Paket C IPA dan IPS sebanyak 224.595 orang. Adapun biaya penyelenggaraan UNPK disediakan oleh pemerintah. Untuk Paket C total sebanyak Rp.97.000,00 per siswa. "Artinya mungkin berbeda antara di Jakarta Rp.50.000, sedangkan di Maluku Utara lebih mahal, tapi rata-rata sekian," katanya.

Amin mengatakan, di lingkungan pondok pesantran banyak santri yang tidak mengikuti pendidikan formal, tetapi mengikuti Pendidikan Kesetaraan. Dia menyebutkan, jumlah institusi yang ikut UNPK sebanyak 620 pondok pesantren tersebar di 178 kabupaten/kota. Adapun jumlah peserta UNPK 2008 di bawah naungan Departemen Agama sebanyak 37.597 orang terdiri atas peserta Paket C 26.493 orang, Paket B 8.276 orang, dan Paket A 2.828 orang.***

Sumber : GIM
Sumber : http://setjen.diknas.go.id/portal/index.php?fa=berita.view&kategori_id=1&id=300

Tags : paket c, paketc,ujian persamaan, pendidikan kesetaraan, paket b, sma, smp, home schooling, sekolah rumah, bandung
Kembali Keatas --->>

Untuk Informasi Lengkapnya dapat menghubungi kami di :

logo
LPK MDC
Jl.PHH.Mustofa No. 54 Bandung
Depan Kantor Jamsostek Suci
Tlp. (022) 7040.7010 atau 523.5767


LPK MDC Turut Mensukseskan Wajar Dikdas 9Thn dan Wajar Dikmen 12Thn
[Hal_Depan] [Manfaat] [Persyaratan] [Biaya_DSP] [Pembelajaran] [Foto_Kegiatan] [Berita] [Tutor] [Alumni] [TESTIMONY] [FAQ]
CO.NR
Copyright © 2009-2012 www.paketc.co.nr
www.paketc.host56.com
[ LPK MDC Masa Depan Cerah]

Free Website Hosting